Memperbaiki Gagal Boot (Dual Boot Windows dan Linux)

Kali ini, postinganku menyimpang jauh dari biasanya yang tentang gaya hidup, percintaan, dan sebagainya. Sekarang aku membahas tentang sebuah masalah pada komputer. Jika kalian belum mengenalku, sekarang aku menjadi mahasiswa Teknik Informatika di sebuah Perguruan Tinggi. Sebenarnya postingan ini bukan juga dapat dari mata kuliah. Aku mendapatkan “masalah” di komputerku ini setelah aku mengupgrade sistem operasi Windows-ku.

Jadi gini ceritanya:

Tadi pagi, dari laptopku ada sebuah notifikasi/pesan untuk mengupdate Windows ke versi Insider Preview (aku ikut program Windows Insider, program dari Microsoft untuk para user yang ingin mengikuti perkembangan terbaru Windows sebelum Windows merilis sistem terbarunya). Ya karena mau coba-coba, akhirnya diputuskan untuk mengupgrade ke versi Windows yang terbaru. Nah, yang aku lupa sadari, adalah laptopku memiliki sistem operasi ganda Windows dan Linux (dalam bahasa ngapak disebut dual boot). Dan sialnya, laptopku kena perintah aneh (dan gak jelas, soalnya bentuknya console, kaya command prompt-nya Windows) kaya gini :

nosuchpartitionenteringrescuemode

Gambar konsolnya kalo kamu kena error gagal booting

Nah, kalo kaya gini orang-orang awam pasti perintah gak jelas ini membuat mereka bingung, panik, degdeg an (ini bukan perasaan cinta), dan sebagainya yang mewakili rasa takut mereka akan kehilangan file-file penting.

Sebenernya aku sih bingung pertama kali. Kalo di install ulang, bakal kehapus semua data-dataku. Kan sebel jadinya.

Nah, untung tadi buka-buka internet dan ternyata ini adalah masalah sepele. Yang kamu lakukan cuma beberapa langkah. Sekarang ikuti langkahnya.

  1. Cek banyak partisimu dengan menggunakan perintah ls di console (yang ada tulisan grub rescue>)
  2. Sekarang, kamu lihat. Ada berapa partisi di dalam Harddisk-mu. Tiap harddisk settingannya berbeda. Ada yang disetting sebagai GPT, msdos, dan sebagainya. Kalo di tempatku keluarnya seperti ini: (hd0) (hd0,msdos3) (hd0,msdos2) (hd0,msdos1)1
  3. Kemudian, kamu masukkan perintah set di baris baru.
  4. Nah, kamu akan melihat tulisan seperti ini contohnya:
    prefix=(hd0,msdos2)
    root=hd0,msdos2
  5. Langkah berikut adalah cek partisi di setiap harddisk dengan mengetik:
    ls(hd0,msdos2)/
  6. Kalo kamu dapat tulisan error:unknown filesystem coba ulangi perintah no.5 dengan mengganti alamat hard disk (contoh: ganti dengan msdos3)
  7. Nah, ketika kamu coba alamat hard disk satu-satu dan salah satunya muncul:
    ./ ../ lost+found/ var/ etc/ dan segala macem itu (capek tulis satu-satu), simpan/ingat alamat hard disknya (contoh hd0,msdos3)
  8. Step berikutnya adalah kamu masukkan beberapa baris code berikut: (masukkan perintah per baris)
    set prefix=(hd0,msdos3)/boot/grub
    set root=hd0,msdos3
    insmod normal
    normal

    Ingat!! alamat hard disk sesuaikan dengan alamat hard disk yang kamu simpan tadi di step ke 7.

Niscaya deh, hasilnya pasti akan kembali ke menu GRUB mu. Kalo masi bingung, bisa comment postingan inii, DM lewat instagram @kokokeran, atau email ke pillar_vega@aol.com siapa tau bisa kubantu.

Makasih udah nimbrung di blog saya. Semoga sukses!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s